TUGAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR

Nama : Raihan Adi Pratomo
Kelas  : 1PA02
NPM  : 14517901

Tugas ke-1




  1. Pengertian Ilmu Alamiah Dasar Menurut Para Ahli


a. Menurut Maskoeri Yasin
Dalam sebuah buku yang ia buat yang berjudul “Ilmu Alamiah Dasar”. Ia mengartikan Ilmu Alamiah Dasar sebagai cabang ilmu pengetahuan yang membahas mengenai keadaan alam semesta ini termasuk segala isinya, yang di dalamnya termasuk bumi yang terbentuk dengan menggunakan prinsip-prinsip dan konsep - konsep. Maskoeri Yasin juga menyatakan bahwa “Ilmu Alamiah Dasar merupakan aktifitas manusia yang aktif dan dinamis”. Maksudnya adalah aktifitas manusia yang selalu melakukan percobaan dan menghasilkan sebuah konsep, setelah itu konsep tersebut terus mendorong timbulnya percobaan-percobaan lainnya.

b. Menurut Abdulah Aly dan Eny Rahma

Ilmu Alamiah Dasar adalah sekumpulan pengetahuan mengenai konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan terknologi.
 

c. Menurut H. Abay Ahmadi dan A. Supatmo
Dalam buku yang mereka buat yang berjudul “SAP Ilmu Alamiah Dasar”, Ilmu Alamiah Dasar adalah suatu pengetahuan-pengetahuan yang berisikan teori-teori yang di dapatkan dengan cara-cara tertentu, maksudnya adalah dengan melakukan“Observasi – Eksperimen – kesimpulan – menyusun teori – eksperimentasi “ dan seterusnya sehingga satu sama lain saling berhubungan.
 
d. Menurut H.W.Fowler
Dalam buku yang ia buat yang berjudul “Sience” In Education, Ia menyatakan bahwa Ilmu Alamiah dasar merupakan sebuah ilmu yang terbentuk secara sistematis dan berkonsep. Yang selalu berkaitan dengan fenomena-fenomena kebendaan yang terbentuk melalui sebuah pengamatan dan penelitian-penelitian.



Jadi menurut saya, Ilmu Alamiah Dasar cabang ilmu pengetahuan yang membahas mengenai keadaan alam semesta ini termasuk segala isinya yang terbentuk secara sistematis dan berkonsep dengan cara-cara tertentu, maksudnya adalah dengan melakukan“Observasi – Eksperimen – kesimpulan – menyusun teori – eksperimentasi “ dan seterusnya sehingga satu sama lain saling berhubungan.


 2. Perkembangan Alam Pikiran Manusia

A) Pengertian 

a. Mitos
            Mitos adalah tradisi lisan yang terbentuk di suatu masyarakat. Mitos berarti sesuatu yang diungkapkan dari bahasa Yunani. Secara pengertian mitos adalah cerita yang bersifat simbolik yang mengisahkan serangkaian cerita nyata atau imajiner.
contohnya: nyai roro kidul, jaka tarub, barong dibali

b. Legenda
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yag empunya cerita sebagai suatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, Legenda seringkali dipandang sebagai sejarah kolektif (folkstory).
Contohnya: asal muasal banyuwangi, tangkuban perahu

c. Cerita Rakyat
Cerita rakyat adalah sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki Bangsa Indonesia. Pada umumnya,cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat.
Contohnya: lutung kasarung


B) Cara Manusia Memperoleh Pengetahuan

  • Empirisme (indera)


John Locke (1632-1704), mengemukakan teori tabula rasa yang menyatakan bahwa pada awalnya manusia tidak tahu apa-apa. Seperti kertas putih yang belum ternoda. Pengalaman inderawinya mengisi catatan harian jiwanya hingga menjadi pengetahuan yang sederhana sampai begitu kompleks dan menjadi pengetahuan yang cukup berarti.

  • Rasionalisme (akal)


Rene Descartes (1596-1650), dipandang sebagai bapak rasionalisme. Rasionalisme tidak menganggap pengalaman indera (empiris) sebagai sumberpengetahuan, tetapi akal (rasio). Kelemahan-kelemahan pada pengalaman empiris dapat dikoreksi seandainya akal digunakan. Rasionalisme tidak mengingkari penggunaan indera dalam memperoleh pengetahuan, tetapi indera hanyalah sebagai perangsang agar akal berfikir dan menemukan kebenaran/ pengetahuan.

  • Intusionisme (intuisi)


Kritik paling tajam terhadap empirisme dan rasionalisme di lontarkan oleh Hendry Bergson (1859-1941). Menurutnya bukan hanya indera yang terbatas, akalpun mempunyai keterbatasan juga. Objek yang ditangkap oleh indera dan akal hanya dapat memahami suatu objek bila mengonsentrasikan akalnya pada objek tersebut.

  • Illuminasionisme (hati)


Paham ini mirip dengan intuisi tetapi mempunyai perbedaan dalam metodologinya. Intuisi diperoleh melalui perenungan dan pemikiran yang mendalam, tetapi dalam illuminasi diperoleh melalui hati.

  • Wahyu (agama)


Wahyu sebagai sumber pengetahuan juga berkembang dikalangan agamawan. Wahyu adalah pengetahuan agama disampaikan oleh Allah kepada manusia lewat perantara para nabi yang memperoleh pegetahuan tanpa mengusahakannnya. 

C) Manusia bisa begitu mudah menerima mitos karena akibat keterbatasan penalaran dengan keingin tahuannya untuk sementara terjawab, karena;

1. Keterbatasan pengetahuan manusia, pada umunya manusia memperoleh informasi dari cerita orang yang mengetahui akan suatu hal.
2. Keterbatasan manusia dalam menalarkan sesuatu, ini dikarenakan kemampuan berpikir manusia pada saat itu masih latih. Sehingga pemikiran yan dihasilkan dapat benar dan dapat pula salah.
3. Keingintahuan manusia yang telah terpenuhi untuk sementara, mengadung pengertian bahwa ketika manusia tlah mampu menalarkan sedikit hal yang ada dalam pikirannya maka disitulah letak kepuasan manusia yang diterimanya secara intuisi.
4. Keterbatasan alat indera manusia, selain beberapa hal diatas keterbatasan manusia terhadap bagaimana Ia menggunakan alat inderanay masih terbatas sehingga jangkauan yang sangat detail dalam suatu penciptaan hal yang baru masih bisa diragukan. 

3. Metode Ilmiah
Metode Ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Metode ini menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur dan terkontrol.

A) Cara Memperoleh Pengetahuan yang Tidak Ilmiah dengan yang Ilmiah 

Pengetahuan Tidak Ilmiah

1. Intuisi
Penilaian terhadap suatu pengetahuan yang cukupcepat dan berjalan dengan sendirinya. Biasanya didapat dengan cepattanpa melalui proses yang panjang tanpa disadari. Dalam pendekatan initidak terdapat hal yang sistemik.

2. Prasangka
Pengetahuan yang dicapai secara akal sehat biasanya diikuti  dengan kepentingan orang yang melakukannya kemudian membuat orang mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan akal sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.

3. Penemuan coba-coba
Pengetahuan yang ditemukan dengan pendekatan ini tidak terkontrol dan tidak pasti. Diawali dengan usaha coba'coba atau dapatdikatakan trial and error. Dilakukan dengan tidak kesengajaan yangmenghasilkan sebuah pengetahuan dan setiap cara pemecahanmasalahnya tidak selalu sama. $ebagai contoh seorang anak yangmencoba meraba'raba dinding kemudian tidak sengaja menekan saklar lampu dan lampu itu menyala kemudian anak tersebut terperangah akanhal yang ditemukannya. Dan anak tersebut pun mengulangi hal yang tadi ia lakukan hingga ia mendapatkan jawaban yang pasti akan hal tersebut.

4. Pikiran Kritis
Pikiran kritis ini biasa didapat dari orang yang sudah mengenyam pendidikan formal yang tinggi sehingga banyak dipercaya benar oleh orang lain, walaupun tidak semuanya benar karena pendapat tersebut tidak semuanya melalui percobaan yang pasti, terkadang pendapatnyahanya didapatkan melalui pikiran yang logis.

     Pengetahuan Ilmiah

Pendekatan ilmiah adalah pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang terstruktur dan dikontrol oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas teori-teori terdahulu sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau perbaikan-perbaikan atas teori sebelumnya. Dan dapat diuji kembali oleh siapa saja yang ingin memastikan kebenarannya. Ilmu pengetahuan dianggap Alamiah apabila memenuhi 4 syarat yaitu
  •          Objektif  adalah pengetahuan itu sesuai dengan Objek
  •          Metodik adalah pengetahuan itu diperoleh dengan cara2 tertentu dan terkontrol
  •         Sistematis adalah pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu system, tidak berdiri sendiri satu sama lain saling berkaitan ,saling menjelaskan,sehingga keseluruhan menjadi kesatuan yg utuh.
  •      Berlaku Umum/ Universal adalah pengetahuan tidak hanya diamati hanya oleh seseorang atau oleh beberapa orang saja, tapi semua org dengan eksperimentasi yg sama akan menghasilkan sesuatu yg sama atau konsisten.
Struktur metode ilmiah memiliki beberapa langkah sebagai berikut:
-          Perumusan masalah
-          Penyusunan Kerangka Berfikir/Dasar Teori
-          Penarikan Hipotesis
-          Eksperimen/Percobaan
-          Analisis data
-          Penarikan kesimpulan

B) Langkah-Langkah Operasional Metode Ilmiah

Langkah-langkah operasionalnya adalah sebagai berikut :

1.    Perumusan masalah; yang dimaksud dengan masalah di sini adalah merupakan pernyataan apa, mengapa, ataupun bagaimana tentang objek yang diteliti. Masalah ini harus jelas batas-batasnya serta dikenal faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2.    Penyusunan hipotesis; yang dimaksud dengan hipotesis adalah suatu perny ataan yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, hipotesis merupakan dugaan yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada.
3.    Pengujian hipotesis; yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
4.    Penarikan kesimpulan; penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta-fakta (data), untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau tidak. Hipotesis itu dapat diterima bila fakta-fakta yang terkumpul itu mendukung pernyataan hipotesis.

C) Keunggulan dan Keterbatasan serta Peran Metode Ilmiah dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Keunggulan metode ilmiah :

a. Mencintai kebenaran obyektif, bersifat adil dan hidup bahagia
b. Kebenaran tidak absolut karena kebenaran dicari secara terus menerus
c. Dengan ilmu pengetahuan kita tidak dapat dengan mudah percaya pada takhayul, astrologi maupun untung-untungan karena terjadi proses yang teratur di alam
d. Dengan ilmu pengetahuan kita memiliki rasa ingin tahu yang lebih banyak
e. Dengan ilmu pengetahuan kita tidak mudah berprasangka tetapi dapat berpikir secara terbuka, obyektif, dan toleran

Keterbatasan metode ilmiah :

a. Metode ilmiah bersifat tentatif yaitu sebelum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak kesimpulan maka kesimpulan dianggap benar. tetapi kesimpulan ilmiah bisa berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan
b. Metode ilmiah tidak dapat membuat kesimpulan tentang baik buruk sistem nilai dan juga tidak dapat menjangkau tentang seni dan estetika

Peranan metode ilmiah :

a. Metode ilmiah berperan untuk memberikan penjelasan logis dalam ilmu empiris
b. Sebagai landasan dalam melakukan suatu penelitian ilmiah
c. Berperan dalam memberikan bukti yang konkrit terhadap suatu ilmu pengetahuan

Daftar Pustaka: 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Informasi Psikologi

ANALISIS POWERPOINT PRESENTASI KELOMPOK